jump to navigation

BELAJAR DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL October 2, 2009

Posted by williamhegel in dunia pendidikan.
trackback

PENDAHULUAN

Perasaan manusia pada umumnya mudah  dipengaruhi oleh  apa yang dilihat, dirasakan dan didengar. Dengan kata lain, sungguh  tidak mustahil ketika ada pendapat yang menyatakan bahwa audio visual mempengaruhi sikap dan perilaku, serta menjembatani proses pembelajaran.

Pernyataan tersebut di atas dapat didukung oleh Yudhi  Munadi (2008), dalam bukunya menekankan bahwa indera yang paling banyak membantu manusia dalam perolehan pengetahuan dan pengalaman adalah indera pendengaran dan  indera penglihatan.

Media dapat diartikan dengan istilah penghubung atau perantara dalam menyampaikan suatu materi yang diajarkan untuk mencapai suatu  tujuan. Dan dalam proses penyampaian materi kepada orang lain dapat menggunakan sarana atau alat dalam bentuk audio,visual, audio visual dan multimedia.

Media audio visual dapat diartikan sebagai media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses. Lebih lanjutnya lagi, Yudhi Munadi (2008: 9) berpendapat bahwa pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program audio visual melalui film dokumenter, film drama, dan lain-lain. Yang dalam penyajiannya dapat disambungkan pada alat proyeksi (projectable aids).

Dalam makalah ini, menekankan kepada klasifikasi bentuk media audio visual  dan manfaat dari masing-masing klasifikasi media audio visual tersebut.

MEDIA AUDIO VISUAL

Seperti yang telah ditekankan di pendahuluan, yaitu menekankan kepada klasifikasi bentuk media audio visual  dan manfaat dari masing-masing klasifikasi media audio visual tersebut, maka pada bab ini akan memaparkan beberapa bentuk serta manfaat dari peralatan media audio visual yang lazim digunakan di dalam dunia pendidikan.

Media audio visual dapat dibagi menjadi dua jenis, jenis pertama yakni “Media Audio Visual Murni”, dimana media jenis ini dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar  serta “Media Audio Visual Tidak Murni”, yakni peralatan visual yang harus dilengkapi dengan unsur penunjang audio, seperti rekaman kaset yang dimanfaatkan secara bersamaan. Adapum bentuk-bentuk media audio visual murni yang dapat dijabarkan di bawah ini.

  1. A. Film Gerak Bersuara

Film adalah alat yang ampuh  untuk menyampaikan suatu maksud kepada masyarakat dan juga anak-anak yang memang lebih banyak menggunakan aspek emosinya dibanding aspek  rasionalitasnya. Besarnya kegunaan media ini dapat pula dirasakan dalam dunia pendidikan. Munadi  menekankan bahwa melalui indera yang terlibat, dia menyimpulkan bahwa film adalah alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif. Karena apa yang terpandang mata dan terdengar oleh telinga, lebih cepat dan lebih mudah diingat daripada apa yang  hanya dapat dibaca saja atau hanya didengar saja.

Manfaat dan karakteristkik  lainnya dari media ini adalah meningkatkan efektivitas dan efesiensi proses pembelajaran. Di antaranya:

  • Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.
  • Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.
  • Pesan yang disampaikannya secara cepat dan mudah diingat.
  • Mengembangkan pikiran dan pendapat siswa.
  • Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang.
  • Semua peserta didik dapat belajar dari film, baik yang pandai maupun yang kurang pandai.

Selain kelebihan di atas, adapun kelemahan yang muncul dalam pelaksanaan dan pengembangan materi tersebut. Permasalahan yang muncul adalah media audio visual terlalu menekankan pentingnya materi daripada proses pengembangan materi tersebut.

Dalam konteks pembelajaran, film mempunyai banyak jenis yang variatif, diantaranya adalah sebagai berikut:

v     Film Dokumenter (documentaries)

Film dokumenter menggambarkan permasalahan kehidupan manusia meliputi bidang ekonomi, budaya, hubungan antarmanusia, etika dan lain sebagainya. Hal senada ini diucapkan oleh Grieson (Heinich, 1985: 212) dengan sebuah pernyataan  “a creative treatment of actually”. Film dokumenter dapat mengambil kisah tentang kehidupan manusia di daerah pedalaman, misal : sistem pendidikan pesantren.

v     Dokudrama

Perbedaan dari jenis film ini dengan dokumenter adalah dalam dokudrama membutuhkan pengadegan. Misal : kisah teladan para nabi dan rasul.

v     Film Drama dan Semidrama

Kedua film ini melukiskan relasi antara sesama manusia dan tema tersebut bisa bersifat fiktif dan non fiktif.

Hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pengajar dalam memanfaatkan film untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkannya adalah:

  • Film harus dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran. (Anderson: 1987: 116-117)
  • Guru harus mengenal dan melihat terlebih dahulu film tersebut agar mampu mengetahui manfaat film tersebut.
  • Agar siswa tidak memandang film sebagai media hiburan semata, perlu diberikan penugasan dan pemberian test guna mengetahui seberapa banyak informasi yang mereka tangkap.
  1. B. Video

Video maupun  media film memiliki banyak kemiripan dalam segi karakteristiknya dan kelemahannya. Yakni mengatasi keterbatasan jarak dan waktu dan sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang. Kelemahannya adalah sama-sama menekankan pentingnya materi daripada proses pengembangan materi tersebut.

Dalam upaya pemanfaatan video dalam proses pembelajaran, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Program Video harus dipilih agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Salah satu contohnya adalah apabila pemakaian media video untuk  tujuan kognitif dapat digunakan untuk hal-hal yang menyangkut kemampuan mengenal kembali dan memberikan rangsangan berupa gerak yang serasi. Pengamatan terhadap kecepatan relative suatu obyek, mengajarkan pengenalan makna sebuah prinsip kemanusiaan

  • Guru harus mengenal program video yang ada dan  memahami manfaatnya bagi pelajaran.
  • Sesudah program video diputar, harus diadakan diskusi. Agar siswa memahami bagaimana mencari pemecahan masalah dan menjawab pertanyaan.
  • Perlu diadakan terst agar mampu  mengukur berapa banyak informasi yang mereka tangkap dari program video tersebut.

Perkembangan Video

Perkembangan teknologi audio visual ini dapat diklasifikasikan secara garis besar  menjadi dua bentuk yakni Video Pita Magnetik (VTR, VCR, dan Mini-DV), serta Video Disc.

a. Video Pita Magnetik (VTR, VCR, dan Mini-DV)

Pengembangan Video Pita Magnetik diawali pada tahun 1951 oleh Alexander M. Poniatoff. Setelah melewati berbagai proses pengembangan, lahirlah dua format video yakni Video Tape Recorder (VTR) dan Video Cassette Recorder (VCR). Dalam  penyebarannya, tipe VRC ½ inch (Li-matic) pernah menjadi raja di pasaran Indonesia pada era 1980-an hingga awal 1990-an.

VCR tipe ½ inch sangat popular karena bukan saja dapat dimanfaatkan sebagai sarana hiburan namun bermanfaat untuk pesan yang bersifat informative, edukatif dan instruktisional. Hal ini disebabkan media ini mampu melibatkan dua indera  sekaligus, yakni pendengaran dan penglihatan dalam satu proses.

Ketika Handycam  membawa serta pula munculnya teknologi pita magnetic yakni Hi8 dan Mini-DV (Digital Video). Adapun kelebihan dan kelemahan dari kedua pita magnetik ini,  kelebihannya adalah ukurannya yang lebih kecil dan murah namun tidak begitu popular digunakan oleh masyarakat umum.

  1. Video Disc

Video disk adalah sebuah sarana penyimpanan data berupa gambar maupun suara yang dipopulerkan Philips pada tahun 1972, dengan pendasaran capacitance system, yakni system pemindaian informasi gambar dan suara dengan system pemindaian (scan) informasi gambar dan  suara dengan menggunakan tracking arm dan stylus. Kemudian mengalami perkembangan menjadi semakin canggih dan memiliki kapasitas penyimpanan data audio maupun video semakin besar dan praktis. Hal ini dapat dilihat dengan bermunculannya bentuk-bentuk kepingan seperti DVD,  HD-DVD dan blu –ray.

  1. C. TELEVISI

Televisi adalah  media yang berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. Selain itu, televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat, suatu peristiwa terjadi dengan disertai dengan komentar dari penyiarnya.

Dalam dunia pengajaran, telivisi juga mengambil peran serta. Hal ini dapat kita lihat dari keuntungan yang diperoleh dati televisi untuk menunjang pengajaran, yakni :

  1. Bersifat actual.
  2. Memperluas tinjauan kelas, melintasi tinjauan  kelas, melintasi berbagai daerah atau Negara.
  3. Dapat menghidupkan kembali cerita yang terjadi di masa lampau.
  4. Menarik minat anak.
  5. Mampu  melatih guru dalam masa pre-servise serta inservice training.
  6. Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.

Telivisipun memiliki sisi kelemahan sebagai media pembelajaran, yakni media ini juga menekankan pentingnya materi daripada proses pengembangan materi serta yang yang paling mencolok adalah adanya komunikasi satu arah saja. Sehingga akan terjadi kesulitan dalam pentrasnferan jadwal siaran pembelajaran di televisi dengan jadwal pembelajaran di sekolah.

Di samping itu juga, televisi merupakan media pembelajaran jarak jauh. Berbicara mengenai televisi sebagai media pendidikan menimbulkan kesadaran bahwa masih sedikitnya jumlah stasiun telivisi yang memuat program pendidikan. Selain itu, timbulnya keluhan-keluhan yang dilontarkan masyarakat tentang dampak negatif siaran televisi. Di dalam jurnal  Global March, UNESCO memuat kecemasan tentang televisi dan dampak negatif yang terjadi di hampir seluruh pelosok dunia selama ini yang mengancam kehidupan anak-anak dan bahkan berdampak buruk pada kehidupan sosial manusia (http://www. Globalmarch.org.html, di akses pada tanggal 20 September 2009).

Dengan  hadirnya Televisi Edukasi (TV-E) sebagai sebuah stasiun televisi di Indonesia yang menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media pembelajaran diharapkan mampu menjalankan misi mulia ini. Adapun sasaran utama dari TV-E adalah sekolah dengan materi pendidikan yang ditujukan pada siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Bertolak dari teori yang menjadi bahan diskusi di khalayak ilmuwan tentang  proses memancarkan seketika gambar bergerak ke jarak yang jauh menggunakan elektromagnetik, John Logie(1888-1956) berhasil membuat televise hitam putih pada tahun 1923. Dari bentuk TV yang sederhana ini, mengalami perkembangan kearah bentuk yang lebih praktis dengan fasilitas yang semakin lengkap. Cathode Ray Tube (CRT), LCD dan Plasma display Plasma (PDP) adalah bentuk perkembangan teknologi televise hingga abad ini..

KESIMPULAN

Para pendidik dan orang tua tidak dapat mengingkari begitu kuat pengaruh media komunikasi khususnya media audio visual terhadap anak didik. Daya tarik yang begitu kuat dari media audio visual bagi anak-anak tidak lepas dari karakteristik media ini yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media cetak maupun media dengar, sehingga anak-anak sangat menyukainya. Sebagai orang yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan adalah tugas kita untuk kreatif dan selektif dalam menggunakan unsur-unsur media audio visual yang ada. Film, Video dan televisi adalah alat bantu, bukanlah menjadi faktor utama penentu berhasil tidaknya pentransferan ilmu kepada pelajar. Gurulah sebagai dokter yang paham untuk meracik semua alat yang ada untuk dimanfaatkan sebaik mungkin

Comments»

1. Lukman Hakim - October 31, 2010

MOHON IZIN UNTUK DIJADIKAN REFERENSI PADA PENYUSUNAN TESIS TENTANG PENGARUH METODE PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN SISWA KELAS 2 SD ISLAM AL-AZHAR 10 KOTA SERANG BANTEN. thanks. By: Lukman Hakim (komplek Permata Safira Regenci Blok C2 no 26 02/06 Kelurahan Sepang Kec. Taktakan Kota Serang Banten.

williamhegel - November 1, 2010

mas lukman, silahkan saja…

Lukman HAkim - March 23, 2012

Terima kasih Pak…!!! semoga bermanfaat khususnya buat saya ya Pak!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: